Pandawa Nusantara Harap BLT Realokasi Subsidi BBM Disalurkan Tepat Sasaran

“Diharapkan dapat didistribusikan dengan baik”

0
7
Sekjen DPP Pandawa Nusantara, Faisal Anwar, saat memberikan sambutan dalam FGD bertema ‘ Penyesuaian Harga BBM: Penyehatan APBN dan Jaring Pengaman Sosial Imbas Kenaikan BBM’ melalui zoom pada Jumat (23/9/2022). (Istimewa)

Tribute Indonesia – Sekjen DPP Pandawa Nusantara, Faisal Anwar menyampaikan, bahwa bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah sebagai bentuk realokasi subsidi BBM diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat yang terdampak.

Hal itu disampaikan Faisal saat membuka sesi Focus Group Discussion yang diselanggarakan oleh Pandawa Nusantara bertema ‘Penyesuaian Harga BBM: Penyehatan APBN dan Jaring Pengaman Sosial Imbas Kenaikan BBM’ melalui zoom pada Jumat (23/9/2022).

“Program bantuan sosial senilai 24,17 triliun yang diperuntukkan untuk masyarakat penerima manfaat selama 4 bulan diharapkan dapat didistribusikan dengan baik dan tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam diskusi ini turut hadir sebagai narasumber yakni anggota Komite BPH Migas Yapit Sapta Putra, Staf Khusus Kemendes PDTT Ahmad Iman Sukri dan Ketua DPP Pandawa Nusantara Bidang Energi Mamit Setiawan.

Terkait penggunaan BBM sendiri, Anggota Komite BPH Migas Yapit Sapta Putra, meminta pengguna kendaraan bermotor mengubah cara berkendara di jalan. Upaya itu diharapkan dapat mengurangi konsumsi BBM, khususnya yang bersubsidi.

“Kalau sudah punya beli moda transportasi harus berperilaku Eco Driving. Bagaimana menjalankan kendaraan bermotor, karena kecenderungan ugal-ugalan main gas. BBM boros,” ungkapnya.

Selain itu, Yapit meminta, masyarakat 

Indonesia untuk menggunakan kendaraan bermotor sesuai kebutuhan. Jika memang tidak diperlukan, maka dapat menggunakan kendaraan umum atau transportasi berbasis online.  

Berdasarkan data, Yapit menjelaskan, mobil membutuhkan konsumsi BBM jenis Pertalite hanya maksimal 3 liter di Jabodetabek dan sepeda motor di bawah 1 liter per hari. Namun, kata dia, ada kecenderungan masyarakat Indonesia panik. 

Yapit menilai, kecenderungan masyarakat Indonesia mengalami panic buying setelah mendengar informasi adanya kenaikan harga BBM. Padahal, kata dia, hal itu dapat diatasi dengan bersikap dewasa dan bijak. 

“Kini banyak panic buying. Ada antrean BBM di SPBU antre semua. 

Kalau memang punya mobil kecenderungan isi full tank seminggu ya sudah sesuaikan dengan waktu. Jangan ada rumor naik, wah langka, panik ikutan antre itu mengakibatkan antrean terjadi. Sesuaikan kebutuhan saja. Berkendara bijak, melakukan konsumsi BBM bijak,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here