IHNU Minta Presiden Pecat Suharso Monoarfa

Mulai detik ini jangan dukung Suharso Monoarfa

0
7
Ketua Umum IHNU, Habib Salim bin Jindan, saat memberikan keterangan pers terkait pernyataan Suharso Monoarfa di Ponpes Nurul Amanah Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (22/8/2022). (Istimewa)

Tribute Indonesia – Ketua Umum Ikatan Habib Nahdlatul Ulama (IHNU), Habib Salim bin Jindan, mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera memecat Suharso Monoarfa dari jabatan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Hal itu, menurut Salim, sebagai buntut pernyataan Suharso Monoarfa terkait ‘amplop kiai’ yang telah melukai para ulama.

“Saya minta kepada presiden tercinta kita, Bapak Jokowi, saya juga mengingatkan sebagai Harjo, Habaib Relasi Jokowi, memohon kepada Pak Jokowi untuk segera memecat Kepala Bappenas Suharso Monoarfa,” ungkapnya kepada wartawan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (22/8/2022).

Jangan sampai, Salim menegaskan, jutaan santri turun ke jalan-jalan Jakarta untuk meminta Suharso Monoarfa dipecat. “Karena apa, karena dia sudah tidak sesuai dengan Pancasila, adil dan beradab,” ujarnya.

Selain itu, Salim juga meminta kepada Suharso Monoarfa untuk mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Harkat, martabat dan marwahnya para ulama dan para Kiai yang telah dilecehkan oleh Suharso Monoarfa, kalau dia seorang yang punya pemikiran, pendidikan, punya adab, punya akhlak, tak pantas dia bicara hal-hal yang momok,” katanya.

Salim menyatakan, bahwa sebagai seorang ketua umum partai yang berlandaskan Islam, seharusnya Suharso Monoarfa dapat menjaga hati para ulama, bukan malah menyakitinya.

“Yang kategorinya menurut dia, diminta duit oleh kiai, memberikan amplop, tak pantas dia bicara. Apakah ini yang disebut pencinta ulama?, apakah pantas dia disebut pencinta kiai? Bullshit! Bohong!,” ujarnya.

Salim menilai, Suharso Monoarfa tidak mengerti nilai-nilai kesantunan terhadap para ulama sebagai guru, apalagi nilai-nilai keislaman yang mengajarkan harus taat dan hormat kepada para ulama.

“Kalau orang cinta ulama, kalau orang cinta Kiai, tidak akan keluar dari lisannya (kata-kata) yang melecehkan para kiai, karena kiai, para ulama ini, kalau dia (Suharso) belajar agama dan ngerti, saya yakin (dia enggak ngomong gitu), mungkin dia agamanya 5 persen, atau mungkin zero,” katanya.

“Kalau kita merujuk, al ulama warosatul anbiya, ulama adalah pewaris nabi. Berarti dia enggak mengerti,” ungkap Salim melanjutkan.

Salim pun mengecam keras pernyataan Suharso Monoarfa yang telah melecehkan para ulama. Untuk itu, Salim pun mendesak Suharso Monoarfa mundur dari jabatan Ketua Umum PPP.

“Hai pengurus PPP, hai Ketum PPP, kalian bisa membikin PPP, membangun PPP karena ada Partai Nahdlatul Ulama. Kalau gak ada Nahdlatul Ulama, enggak ada PPP,” ujarnya.

“Ini pelecehan, kami mengecam keras pelecehan ulama yang dilakukan oleh Ketum PPP Bapak Suharso Monoarfa. Saya minta kepada seluruhnya, pencinta ulama, pencinta habaib, mulai detik ini jangan dukung Suharso Monoarfa dan sekaligus dipecat, ini yang kita minta, ganyang Suharso Monoarfa,” kata Salim menambahkan.

Seperti diketahui, pernyataan terkait ‘amplop kiai’ itu disampaikan Suharso dalam acara Politik Cerdas Berintegritas (PCB) di Gedung ACLC KPK, Senin (15/8/2022).

Dalam acara itu, Suharso menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke pesantren tertentu. Kala itu, ia mengaku masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP. Seusai melakukan kunjungan dan bertemu kiai pesantren, ia mengaku ditanya apakah meninggalkan sesuatu.

Ia kemudian mendapat penjelasan bahwa jika melakukan kunjungan mesti membawa tanda mata. “Bahkan sampai hari ini, kalau kami ketemu di sana itu salamannya itu enggak ada amplopnya, itu pulangnya di sesuatu yang hambar. This is the real problem that we are facing today,” ujar Suharso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here