Senin, September 26, 2022

Soal Kasus Migor, TPDI Minta Kejagung Panggil Elite Demokrat

"Masyarakat banyak yang bertanya dari mana Demokrat dapat minyak goreng begitu banyak?“

Tribute Indonesia – Kejaksaan Agung (Kejagung) RI telah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus ekspor minyak goreng (migor) yang ditengarai menjadi dalang kelangkaan di Indonesia.

Yang menyedihkan, salah satu tersangka adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Indrasari Wisnu Wardhana.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus mengungkapkan, bahwa masyarakat sudah menderita dengan kelangkaan migor. Sejumlah pihak seharusnya dipanggil dalam kasus ini, salah satunya elite Partai Demokrat.

Petrus menilai, saat migor langka beberapa waktu lalu, Partai Demokrat sempat memberikan 16 ton migor ke masyarakat. Hal ini justru menimbulkan pertanyaan di masyarakat, dari mana Demokrat mendapat migor sebanyak itu.

“Masyarakat banyak yang bertanya dari mana Demokrat dapat minyak goreng begitu banyak?. Padahal masyarakat saat itu sampai kesulitan mendapatkan minyak goreng,” ungkapnya dalam diskusi yang digelar Jakarta Journalist Center dengan tema ‘UU Tipikor Untuk Mafia Minyak Goreng’, Jakarta, Selasa (26/4/2022).

Dalam hal ini, Petrus mengatakan, sudah selayaknya Kejagung RI memanggil elite Partai Demokrat. Sehingga diketahui dari mana asal migor dengan jumlah yang begitu banyak.

“Seharusnya pimpinan Demokrat ini dipanggil, apakah minyak goreng yang didapat ada kaitannya dengan apa yang terjadi sekarang?. Tapi kok ini tidak pernah diundang untuk klarifikasi?,” katanya

Menurut Petrus, kehadiran elite Partai Demokrat menjadi penting untuk memberikan klarifikasi. Sehingga masyarakat tahu asal dari 16 ton migor yang dibagikan saat terjadi kelangkaan.

“Kerisauan masyarakat ini menjadi sangat beralasan, karena dari mana Demokrat dapat menghimpun minyak goreng sebanyak itu saat minyak goreng langka,” ujarnya.

Lebih jauh Petrus menegaskan, Kejagung RI harus dapat tampil untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum. Kasus mafia migor ini dapat jadi momentum Kejagung RI mengembalikan marwah penegak hukum.

“Dalam kasus minyak goreng, Kejagung harus tampil dalam penegakan hukum. Jadi sapu bersih semua demi mengembalikan kepercayaan rakyat. Kita selalu dukung segala bentuk pemberantasan korupsi,” katanya.

Dalam diskusi ini, turut hadir Guru Besar Universitas Padjajaran Prof Romly Artasasmita dan Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Pancasila Prof Agus Surono.

Latest news

Related news