Senin, November 28, 2022

Peringati HUT ke-5, Pangdam Kasuari: Tidak Boleh Sombong

“HUT ini memiliki makna sebagai evaluasi dimana kita harus instropeksi diri“

Tribute Indonesia – Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Kodam XVIII/Kasuari dilakukan melalui apel bersama yang dipimpin langsung oleh Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, di lapangan upacara Makodam, Trikora, Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Senin (20/12/2021).

Apel diikuti perwakilan dari prajurit Kodam Kasuari mulai dari Pamen, Pama, Polisi Militer, Satuan tempur yang dimiliki Kodam Kasuari hingga Babinsa. 

Peserta apel memasuki lapangan membentuk formasi setengah lingkaran dan dimulai dengan yel-yel serta pengucapan Ikrar Patriot Pembela Rakyat sebelum menerima pengarahan dari Pangdam.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing, Forkopimda Papua Barat dan para Tokoh Masyarakat Papua Barat.

Dalam pengarahannya, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, menyampaikan visinya yaitu ingin menjadikan prajurit Kodam XVIII/Kasuari menjadi prajurit yang profesional, dicintai rakyat dan memperkuat pembinaan teritorial dan hal tersebut sudah didapatkan secara bertahap.

“HUT Kodam XVIII/Kasuari tanggal 19 Desember begitu sakral, pertama bersamaan dengan HUT Infanteri, kedua HUT Bela Negara, sebelumnya Gubernur Papua Barat juga berulang tahun, jadi bulan Desember ini banyak hari-hari yang baik banyak harapan yang kita tunggu semoga kita lebih baik lagi,” ungkapnya.

Tak lupa, Cantiasa mengingatkan kepada Prajurit untuk terus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena umur 5 tahun, begitu muda namun harus bekerja setara dengan Kodam yang lain sehingga harus melakukan lompatan-lompatan dengan semangat.

Cantiasa menegaskan, tekad Kodam XVIII/Kasuari bisa menunjukkan yang diimpikan dengan banyaknya prestasi yang dikerjakan.

“HUT ini memiliki makna sebagai evaluasi dimana kita harus instropeksi diri, tidak boleh sombong dengan kemampuan kita saat ini tentang apa yang telah, apa yang sedang dan apa yang akan kita laksanakan kedepan,” ujarnya.

“Terpenting adalah ini pertanggungjawaban kepada rakyat, para sesepuh, pimpinan terkait apa yang sudah kita kerjakan,” kata Cantiasa melanjutkan.

Cantiasa juga menambahkan, kilas balik dimana dulu Kodam Kasuari di awal begitu gersang penuh dengan batu karang namun para pendahulu mampu membangun selangkah demi selangkah dan dibantu oleh Pemerintah Daerah, sehingga berdirilah Kodam XVIII/Kasuari dengan baik dan kegiatan operasional bisa berjalan.

Cantiasa menuturkan, pelaksanaan apel bersama merupakan tanggung jawabnya sebagai Komandan yang harus mengecek kesiapan prajuritnya secara langsung  untuk berada di tengah-tengah prajuritnya.

Di akhir, Cantiasa mengatakan Ikrar Patriot Pembela Rakyat yang diucapkan merupakan salah satu bentuk ikatan emosional bahwa prajurit Kodam Kasuari setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Setia dengan menjaga persatuan dan kesatuan di tanah Papua, menjaga dan melindungi masyarakat Papua dan juga menjaga keharmonisan kita sebagai Patriot Pembela Rakyat dengan berbagai macam suku, agama, ras dan golongan untuk itu saya minta kalian pegang ini sebagai landasan dalam bekerja kedepannya,” ungkapnya.

Tak lupa, Cantiasa juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan semua pihak atas dukungan dan kerja samanya selama ini sehingga Kodam ini dapat berjalan dengan cepat untuk mengejar satuan TNI AD lainnya.

Selain pembacaan ikrar, apel gabungan juga diwarnai dengan prosesi Wisuda Purna Wira yaitu pemberian piagam penghargaan bagi personel yang memasuki masa pensiun dan pemotongan tumpeng.

Usai apel, para tamu undangan disuguhi atraksi dan demonstrasi para Karateka Prajurit Kasuari, dimana sebelumnya para Karateka tersebut mencatatkan Rekor MURI dengan kenaikan sabuk hitam terbanyak dan dilanjutkan dengan panggung hiburan.

Latest news

Related news