Senin, November 28, 2022

UISSI Dinilai Dapat Mengubah Pola Pendidikan Islam di Indonesia

“Tujuan utamanya adalah kita ingin memenuhi janji konstitusi, yaitu mencerdaskan anak bangsa”

Tribute Indonesia – Kehadiran Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) dinilai bisa mengubah pola pendidikan di lingkungan umat Islam, khususnya di perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

“Kehadiran UISSI nantinya akan mengubah pola pendidikan Islam yang tidak melulu melalui ruang formal yang hanya dapat diakses oleh anak bangsa yang bekesempatan, tetapi juga mereka yang membutuhkan,” ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Ali Ramdhani, saat mendampingi Menag RI Yaqut Cholil Qoumas di acara peluncuran Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menuju UISSI, Selasa (14/12/2021).

Ali menekankan pentingnya Perguruan Tinggi Keagaman Islam hadir pada ruang maya di tengah arus informasi yang begitu deras ditopang perkembangan zaman yang tak lagi memberikan batasan jarak dan waktu bagi siapa saja yang tengah mencari informasi maupun menuntut ilmu melalui media digital.

“Dunia, dewasa ini dalam konteks kontemporer banyak yang menggambarkan sebagai sebuah Big Village, atau kampung besar dimana sekat-sekat ruang dan waktu dimediasi oleh teknologi yang kemudian menjadikan sekat menjadi tidak ada lagi,” ujarnya.

Ali mengatakan, pihaknya menyadari bahwa limpahan informasi yang luar biasa di dunia maya, pada satu sisi memberikan sisi negatif dan sisi positif pada bagian lainnya. Terlebih di dalamnya juga bermunculan model-model informasi yang bersifat brain storming, brain washing dan model-model dakwah dari kelompok transnasional.

Atas dasar kesadaran bahwa media digital tengah menjadi bersemayamnya beraneka ragam gagasan, dan di sisi lain telah menjadi media dakwah yang paling optimal, maka Pemerintah, dalam hal ini Kemenag perlu hadir melalui ruang tersebut, salah satunya melalui peluncuran PJJ PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang kelak bertransformasi menjadi UISSI.

“Kita memahami bahwa ruang ini menjadi tempat bersemayamnya berbagai aneka ragam gagasan, maka kita perlu hadir memberikan warna sekaligus memberikan ruang secara formal bagi anak bangsa untuk meningkatkan kualifikasi kompetensi yang tentu saja bermuara pada kesejahteraan,” kata Ali.

Menurut Ali, meski mereka dalam keadaan yang tidak memungkinkan, seperti tinggal di daerah-daerah terpencil, atau pun yang waktunya tersita demi mengabdikan dirinya pada pendidikan.

“Bahwa ada sekitar 40.000 guru-guru Madrasah yang belum memenuhi jenjang pendidikan S1, dan ini yang diperintahkan oleh Pak Menteri agar segera menghadirkan pemenuhan terhadap kompetensi guru, yang tujuan utamanya adalah kita ingin memenuhi janji konstitusi, yaitu mencerdaskan anak bangsa,” ungkapnya.

Sebagai informasi, IAIN Syekh Nurjati Cirebon ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam berbasis siber yang pertama di Indonesia berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1175 Tahun 2021 tentang penetapan Institut Agama Islam Syekh Nurjati sebagai Pilot Project Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang berbasis Digital University.

Latest news

Related news