Bertemu PKS, Sekjen PDIP: Berbeda Posisi Bukan Berarti Tak Ada Dialog

"Kita datang ke sini seperti sedang berasa di rumah sendiri“

0
8
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, saat berbincang dengan Sekjen PKS Aboe Bakar Alhabsyi di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Selasa (27/4/21). (Istimewa)

Tribute Indonesia – Jajaran DPP PDI Perjuangan (PDIP) menerima kunjungan kerja jajaran DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kantor Pusatnya yang berada di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (27/4/2021 pagi. 

DPP PDIP dipimpin oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen), Hasto Kristiyanto, menyambut rombongan PKS yang dipimpin Sekjen PKS Aboe Bakar Alhabsyi. 

Aboe Bakar didampingi Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, Ketua DPP Mardani Ali Sera, Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan Anis Byarwati dan Wakil Sekjen Hubungan Antar Lembaga Moh. Rozaq Asyhari.  

Sedangkan Hasto Kristiyanto didampingi Wakil Bendahara Rudianto Tjen, serta Wakil Sekjen yang juga Ketua Fraksi PDIP DPR RI Utut Adianto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Djarot Saiful Hidayat, Wiryanti Sukamdani, Hamka Haq, I Made Urip, Sukur Nababan.  

Hasto mengatakan, pihaknya menyambut dengan terbuka kedatangan Aboe Bakar beserta rombongan PKS. Politikus asal Yogyakarta itu menilai komunikasi politik memang sudah harus dilakukan, terlebih berbicara atau berbagi untuk kemajuan bangsa.  

“Dengan ini, saya menerima jajaran pusat DPP PKS,” ungkapnya.

Selain itu, Hasto juga menyinggung sosok Aboe Bakar sebelum rapat dimulai. Hasto mengatakan bahwa Aboe Bakar merupakan rekan yang sudah dikenalnya sejak lama.  

“Ini kawan saya saat DPR, kita sering berkomunikasi,” katanya. 

Hasto juga mengatakan PDIP sangat menghormati posisi PKS yang berada di luar pemerintahan. 

“Walau berbeda posisi di pemerintahan, bukan berarti tak ada ruang untuk dialog,” ujarnya. 

Sementara Aboe Bakar Al-Habsyi mengaku pihaknya sangat berbahagia bisa sowan dan hadir ke kantor pusat PDIP. 

“Kita datang ke sini seperti sedang berasa di rumah sendiri. Terasa penuh dengan berkah,” ungkapnya. 

Pria yang akrab disapa Habib itu mengakui bahwa pihaknya datang untuk belajar bagaimana mengurus negara. “Bagi-bagi ilmunya lah,” ujarnya. 

Habib menekankan bahwa kedatangan mereka juga dengan semangat, sebagai pengurus baru partai hasil Musyawarah Nasional. 

Presiden PKS Ahmad Syaikhu sebenarnya dijadwalkan memimpin rombongan PKS. Namun Habib Aboe mengakui bahwa hari ini ada berita duka di partainya akibat sekretaris majelis syuro partainya wafat. 

“Suasana Covid akan jadi perhatian kita semua. Makanya kami di Genose dulu. Jadi kami datang dengan kondisi sehat,” katanya. 

“Di pertemuan silaturahmi ini membahas masalah kebangsaan. Jangan kesannya seakan PDI Perjuangan dan PKS selalu berlawanan. Kita bersama saja. Kalau berbeda pendapat itu hal biasa. Maksud saya, bernegara harus kita bikin suasana happy. Kalau ada berbeda sedikit, ya silahkan. Kalau di luar pemerintahan, itu balancing dan hak demokrasi,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here